Wednesday, April 11, 2012

JA..................RAK

i called none

Jarak....

ia datang menyelinap lewat permukaan hati kami yang retak
ia datang untuk memanipulasi
memaksa kami mencintai waktu!

membuat saya jadi menunggu.

merubah kami menjadi asing

katanya, waktu dapat menyembuhkan sakit hati
katanya, waktu paling pandai bernegosiasi dengan mata dan hati
agar berdamai dan mau menerima kenyataan

tapi hingga detik ini waktu pun rasanya belum mampu











Sunday, April 8, 2012

Tiny Words 3

Jakarta 29 Desember 2011

00 : 54


Malam ini mata saya tidak juga terpejam. Tak ada kantuk yang hinggap. Mata saya menatap setiap sudut kamar pikiran saya terus melompat lompat, belum selesai ia membayangkan satu hal, kemudian lompat lagi ke hal yang lain,, seperti membaca sebuah cerita yang terputus putus, namun saya begitu menikmatinya. Banyak sekali ide berlarian mengejar saya, satu persatu mereka sekuat tenaga berlari menggapai-gapai, namun saya terlalu malas untuk memasukan salah satu dari mereka kedalam kantong saya dan membawanya serta, karena saya menyadari mereka akan menyita waktu. Maka saya terus berlari melompat lompat menghindari mereka.

"Apa yang kau cari?,, mengapa kamu selalu menghindar dan melompat lompat tanpa tujuan?" Tanya salah satu ide, dadanya kembang kempis tubuhnya kelelahan.. Dan ia menyerah. Dan aku terus melompat dan berlari semakin jauh.


Wondering by nisha

Wednesday, April 4, 2012

1095 Hari Kita


Jakarta, 10 Nov 2011

Asalamualaikum Bali,


Selamat pagi Love.


Andai saja pagi ini aku bisa terbang ke tempat mu dengan pesawat paling pagi, mengetuk pintu kamar mu, mengecup keningmu dan mengucapkan 'selamat pagi cinta'... Namun tiada dayaku untuk mewujudkannya. Lewat jaringan internet dengan kecepatan sepersekian detik surat ini mewakili kecupan penuh cinta untuk kamu dihari yang penuh penuh bahagia. "Happy anniversary dear".


Tiga Tahun yang penuh peluh,, kita melaluinya dengan suka cita. Bagaikan duduk diatas bangku rollercoaster semua berjalan begitu cepat. Yes darling, tiga tahun lalu kita memutuskan untuk duduk di bangku rollercoaster ini.


Kita pernah sama-sama di atas, mencintai dengan seluruh memberikan seluruh hati. Bercinta seakan tak berjeda, tertawa, berbagi sampai tak berbatas habis. Kita juga pernah jatuh dan merasakan pahit, diam, lalu memaafkan. penat, dan memaafkan. memaki, dan seketika memaafkan. Membenci, kemudian memaafkan lagi.


Di atas bangku rollercoaster itu kita tertawa girang saat rollercoasternya merambat naik dan seketika berteriak keras saat meluncur jatuh.


Iya sayang,, kita lah org yang ada di atas rollercoaster itu. Begitu hebat kecepatannya membanting tubuh-tubuh kita yang tidak berdaya. Kita harus terus berpegangan. Memastikan sabuk pengamannya berfungsi baik menjaga kita. Seperti selama ini yang kita lakukan..saling menjaga, saling memaafkan. Jangan biarkan RollerCoaster ini membuat tubuh kita terlempah jauh satu sama lain, aku tak ingin kita hancur menjadi serpihan. Kita akan saling menjaga, saling menggenggam, dan memastikan sabuk pengaman kita benar-benar berfungsi.


Dan disinilah kita sekarang. Masih Diatas bangku rollercoaster ini.. Tiga tahun sudah kita duduk dibangku ini, tak peduli kita jatuh, atau sedang tinggi, nyatanya kita masih bersama, nyatanya kita masih saling menggenggam, walaupun nampaknya rel yang meliuk tajam masih tebentang panjang dihadapan kita. Tapi tak apa-apa, Kencangkanlah sabuk pengaman, dan eratkan genggaman tangan kita. Kita akan saling memandang dan berkata kita akan baik-baik saja. Jangan takut, asalkan kita bersama, ini akan jadi menyenangkan. nikmati saja sensasinya.. Maka kita akan semakin kuat nantinya. :-).


Kamu siaap?,,,


WithLove,

Nisha.


Nb : terimakasih sayang,, kamu masih menemani aku duduk dibangku rollercoaster ini. Terimakasih untuk tidak melepaskan tanganku.


I will always love u.